GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI KEDONGANAN

Kedonganan merupakan desa pesisir. Sisi kiri dan kanan desa ini adalah laut. Hal ini yang menyebabkan sebagian besar penduduknya pada mulanya bergerak di sektor perikanan dan kelautan. Sekitar 90% warga Kedonganan berprofesi sebagai nelayan dan sebagian lagi berprofesi sebagai pedagang atau pun buruh.

Perikanan dan kelautan secara umum memang menjadi ikon Kedonganan. Bahkan, Kedonganan hingga kini menjadi salah satu sentra usaha perikanan dan kelautan terbesar di Bali. Kehadiran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kedonganan menunjukkan Kedonganan memang memegang peranan penting dalam bidang perikanan.
Pantai Kedonganan, sentra perikanan Bali


Namun, seperti umumnya daerah pesisir, kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya masih belum tertinggal, setidaknya hingga tahun 1990. Jumlah sarjana atau pun tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) ketika itu masih bisa dihitung dengan jari. Mayoritas penduduk Kedonganan hanya tamat Sekolah Dasar (SD). Malah, tak sedikit yang buta huruf. 

Kondisi semacam itu tentu saja sangat berpengaruh kepada iklim usaha untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Berbagai usaha yang dikembangkan di Kedonganan lebih sering menuai kegagalan. 

Karenanya, tidak mengherankan jika kondisi Kedonganan pada masa itu masih jauh tertinggal dibandingkan daerah-daerah lainnya di Kecamatan Kuta. Meskipun dekat dengan sentra pariwisata, keberadaan Kedonganan tetap saja terbelakang, tidak bisa ikut merasakan kue pariwisata. 



Desa Wisata Kuliner 
Barulah pada tahun 2000-an, Kedonganan mulai terjamah perkembangan kepariwisataan. Keberadaan Pantai Kedonganan sebagai pusat perikanan di Badung dilihat sebagai peluang untuk berkembang. Peluang yang dilihat cukup menjanjikan yakni wisata kuliner. 

Dari sinilah kemudian berdiri kafe/warung ikan bakar yang secara khusus menyediakan menu hidangan ikan laut dengan segala variasinya di sepanjang Pantai Kedonganan. Pada awalnya, kafe-kafe itu didirikan secara individu yang merupakan imbas dari pendirian kafe di Pantai Jimbaran. Namun, kafe-kafe itu ternyata tidak mampu memaksimalkan potensinya. Tidak sedikit kafe yang harus gulung tikar. Selain itu timbul persoalan sosiologis di kalangan masyarakat Kedonganan. 

Oleh karena itu, mulai tahun 2007, Desa Adat Kedonganan yang didukung Pemkab Badung menata kawasan Pantai Kedonganan sebagai bagian palemahan desa. Keberadaan kafe ditata agar lebih mampu memaksimalkan potensi warga. 

Wisata kuliner Pantai Kedonganan
Setelah melalui proses yang panjang, berdirilah 24 kafe. Pengelolaan keduapuluh empat ini diserahkan kepada enam banjar adat yang ada di Desa Adat Kedonganan. Masing-masing banjar diberi hak mengelola empat kafe. Ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Adat Kedonganan melalui usaha bersama dengan memanfaatkan palemahan desa di pesisir barat.

Sejak saat itulah, Pantai Kedonganan dikenal sebagai desa wisata kuliner. Menu kuliner yang ditawarkan yakni ikan bakar, lobster, udang, kerang, kepiting, cumi, serta menu pendukung seperti sambal ala Kedonganan, plecing kangkung, dan lainnya. Rasa dan aroma yang ditawarkan di kafe di kawasan Pantai Kedonganan memiliki cirri khas tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain. 

Pantai Kedonganan kini telah berubah menjadi objek wisata yang sangat menarik. Pemandangan lautnya tak kalah menawan dengan objek wisata pantai lainnya. Terlebih lagi saat malam tiba, kerlip lampu pesawat terbang yang tengah landing di landasan pacu Bandara Ngurah Rai Tuban menambah daya tarik Pantai Kedonganan. 

Nama Kedonganan pun mulai disebut-sebut di dunia pariwisata. Sejumlah situs menurunkan laporan mengenai suasana Pantai Kedonganan sebagai alternatif objek wisata pantai maupun wisata kuliner di Bali. Berbagai biro perjalanan pun mulai memasarkan Pantai Kedonganan. 



Desa Satu Kilometer

Desa Adat Kedonganan memiliki wilayah yang tidak begitu luas, sekitar 1 Km2. Jarak antara batas selatan (Desa Adat Jimbaran) dengan batas utara (Desa Adat Kelan) tak lebih dari 1 km. Begitu juga jarak antara pantai timur dengan pantai barat sekitar 1 km. Karena itulah, Kedonganan sering disebut sebagai desa satu kilometer. 

0 komentar:

Posting Komentar