Kamis, 24 Desember 2015

Parade Tabuh Klasik Pagongan dan Bebarongan

Menghidupkan kesenian tabuh di Desa Adat Kedonganan, LPD Kedonganan menggelar Parade Tabuh Klasik Pagongan dan Bebarongan di Banjar Pasek, 20-22 Desember 2015. Parade diikuti lima seka gong di lima banjar se-Desa Adat Kedonganan serta satu seka pendamping dari luar Kedonganan. Satu banjar, Anyar Gede absen dalam ajang ini.



Minggu, 20 Desember 2015, tampil Seka Gong Kertha Ulangun Banjar Kerthayasa dan Jayagita Banjar Pasek. Senin, 21 Desember 2015, menyusul Seka Gong Gita Dharma Prawerti Banjar Kubu Alit dan Seka Gong Kanthi Budaya Jimbaran selaku seka gong pendamping dari luar Kedonganan yang unjuk kebolehan. Sementara Selasa, 22 Desember 2015, giliran Seka Gong Yowana Budhi Werdhi Banjar Ketapang dan Semara Gita Banjar Pengenderan menampilkan kemampuannya.

Ketua Panitia HUT ke-25 LPD Kedonganan, Drs. I Wayan Suriawan, parade gong dimaksudkan untuk menyiapkan seka gong di masing-masing banjar yang bisa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan di desa adat maupun di banjar-banjar, termasuk mengiringi Ida Ratu Ayu masolah. “Karena itu, juara bukan tujuan tapi bagaimana seka gong di banjar-banjar hidup kembali dan bisa menopang pelaksanaan yadnya di desa adat dan banjar-banjar,” kata Suriawan.


Krama Desa Adat Kedonganan terlihat antusias menyambut acara ini. Ini dibuktikan dengan membludaknya krama yang menyaksikan pementasan tiga hari berturut-turut itu. (*)

0 komentar:

Posting Komentar