Kamis, 16 Juli 2015

Wagub Bali Apresiasi Karya Padudusan Agung di Pura Dalem Kahyangan

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, menghadiri upacara Mapadudusan Agung, Ngenteg Linggih lan Mupuk Padagingan di Pura Dalem Kahyangan lan Mrajapati Desa Adat Kedonganan, 16 Juli 2015 lalu. Wagub mengapresiasi dan menyampaikan rasa syukur atas dilaksanakan karya tersebut. 

Menurut Wagub, upacara yadnya ini harus dilakukan, sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar tercipta kasukertan jagad dan masyarakat dalam melakukan hal apa pun dapat berjalan lancar. Selain itu, Sudikerta juga berpesan kepada masyarakat Kedonganan agar melakukan yadnya secara tulus ikhlas, serta menyesuaikan dengan kemampuan agar semua masyarakat bisa menikmati karya tersebut dengan sukacita. 
Wagub Sudikerta didampingi Wabup Made Sudiana, anggota DPRD Badung, Wayan Mendra dan Camat Kuta, IG Rai Wijaya muspa di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kedonganan.

Secara khusus mantan Wakil Bupati Badung ini juga berpesan agar dalam melaksanakan yadnya, masyarakat Kedonganan menggunakan sarana atau bahan-bahan lokal, baik jajanan maupun buah-buahan. Hal ini untuk melestarikan produk lokal, terutama buah lokal yang ada di Bali sehingga masyarakat Bali tidak selalu mengkonsumsi produk luar. Ia berharap masyarakat ikut serta membudayakan buah lokal.

Bendesa Adat Kedonganan Ketut Puja, menyampaikan terima kasihnya atas dukungan Wagub Sudikerta untuk ikut menyaksikan jalannya upacara yang dilaksanakan selama 1 bulan 7 hari tersebut. Ia mengungkapkan bahwa puncak karya jatuh pada Anggara Umanis Wuku Kuningan tanggal 21 Juli 2015, sedangkan rangkaian upacara sudah dimulai dari tanggal 1 Juni 2015 dan akan diakhiri pada tanggal 1 September 2015. 

Menurut Jro Bendesa, upacara ini dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat untuk melanjutkan karya pedudusan alit yang telah dilaksanakan pada tahun 1993 serta menindaklanjuti hasil perbaikan palinggih yang sebelumnya dilaksanakan. Setelah menerima masukan dari para panglingsir, krama Desa Adat Kedonganan bersepakat melakukan upacara ini agar kedamaian secara sakala dan niskala tetap tercipta. 
Wagub Sudikerta memberikan sambutan terkait pelaksanaan Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih lan Mupuk Padagingan di Pura Dalem Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Kedonganan.

Upacara ini di-puput oleh delapan sulinggih. Yajamana Karya, Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur. Caru yang dilaksanakan pada upacara ini, yaitu Caru Balik Sumpah yang bertempat di madya mandala Pura, Caru Panca Sata Madurga di jaba sisi Pura, serta Caru Rsi Gana di jaba Pura Prajapati. 

Terkait dengan biaya, ia melaporkan bahwa upacara sekaligus perbaikan palinggih di Pura Dalem dan Prajapati menghabiskan biaya sekitar Rp 3,250 miliar, yang diperoleh dari dana punia 1250 krama Desa adat, LPD, pasar adat dan usaha swasta yang ada di lingkungan Kedonganan. 

Jro Bendesa berharap upacara yang dilakukan secara bergotong royong ini dapat membawa berkah tersendiri bagi krama Desa Kedonganan agar kedamaian selalu tercipta di lingkungan masyarakat sekitar.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Staff Ahli Gubernur Bali bidang Kemasyarakatan, Wakil Bupati Badung, Majelis Umum Desa Pekraman Provinsi Bali, Majelis Madya Desa Pekraman, Perwakilan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten serta masyarakat Kedonganan. (*)

0 komentar:

Posting Komentar