Minggu, 05 April 2015

Tiap Banjar di Kedonganan Terima Suntikan Dana Rp 135 Juta dari LPD

Enam banjar adat di Desa Adat Kedonganan menerima suntikan dana sebesar Rp 135.000.000 tiap banjar dari LPD Desa Adat Kedonganan. Dana ini sebagai motivasi LPD kepada banjar-banjar untuk menghidupkan kembali berbagai seka yang ada di banjar, seperti seka gong, seka kidung, seka teruna, seka sarathi banten serta kegiatan krama istri. Total dana yang diberikan kepada keenam banjar mencapai Rp 810 juta. 

Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., menyatakan LPD bukan semata lembaga keuangan, tetapi juga lembaga adat yang mengemban fungsi sosial, budaya dan spiritual. Karena itu, LPD tidak bisa hanya berpikir menjalankan usaha secara ekonomis dengan target laba yang tinggi, tetapi juga harus ikut memikirkan kelangsungan adat dan budaya Bali serta agama Hindu di desa adat. Menurut Madra, kelangsungan adat dan budaya Bali serta agama Hindu di desa adat menjadi kunci kelangsungan LPD. 

Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja menyerahkan dana banjar kepada kelian banjar adat.
"Apa yang dicapai LPD Kedonganan saat ini merupakan buah dari tetap terjaganya adat dan budaya Bali serta agama Hindu di Desa Adat Kedonganan. Karena itu, sudah mejadi kewajiban LPD merawat dan menjaga adat dan budaya Bali serta agama Hindu di desa adat," kata Madra. 

Dari kajian awal yang dilakukan pihaknya, belakangan ini terlihat gejala mengendornya geliat seni dan budaya di masing-masing banjar. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi masyarakat adat Kedonganan yang makin baik. Madra mencontohkan kini tidak mudah mencari krama adat yang mau menabuh atau pun makidung tatkala dilaksanakan berbagai ritual adat maupun keagamaan di desa adat. 

Itu sebabnya, LPD Kedonganan yang tahun ini merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-25 tergerak memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada krama banjar untuk menggairahkan lagi aktivitas seni dan budaya yang berkaitan dengan adat Bali dan agama Hindu. 

"Kami awali dengan memberikan suntikan dana segar kepada banjar-banjar. Selanjutnya LPD menyediakan ruang berekspresi melalui lomba-lomba yang berkaitan dengan aktivitas seni, budaya dan agama kita," kata Madra. 

Dana Rp 135 juta itu, beber Madra, dibagi menjadi dua bagian. Rp 100 juta digunakan untuk mengaktifkan kembali aktivitas seni dan budaya di banjar-banjar, sedangkan Rp 35 juta digunakan untuk menopang kewajiban banjar melaksanakan piodalan di pura yang menjadi amongan (tanggung jawabnya). 

Para kelian banjar menyambut positif dukungan LPD Kedonganan kepada banjar-banjar. Mereka menyatakan akan memanfaatkan dana itu semaksimal mungkin untuk menggairahkan kembali berbagai kegiatan seni dan budaya melalui seka di banjar-banjar. []

0 komentar:

Posting Komentar