Jumat, 23 Mei 2014

Wrddhi Grhiyad, Konsep Bunga Uang Menurut Hindu


Agama Hindu mengenal konsep bunga uang, yakni vrdhim atau wrddhi grhiyad. Makna dari istilah vrdhim/wrddhi grhiyad adalah bunga uang yang boleh diambil kalau uang itu sudah berkembang untuk kebaikan atau menguntungkan dan telah menimbulkan punia. Hal ini dikemukakan pengamat hukum dari Fakultas Hukum Undiknas University AAA Ngurah Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., sebagaimana dikutip dari www.bisnisbali.com.


Menurut Sri Rahayu Gorda, konsep bunga uang termuat dalam kitab Manawa Dharmasastra VIII. 142. Konsep ini, menurut Sri Rahayu Gorda, sangat masuk akal dan sangat bisa diterima. Bunga yang ditetapkan oleh si pemberi pinjaman itu baru dapat diambil bila uang yang dipinjamkan itu telah menghasilkan atau menguntungkan bagi pihak peminjam.

Hal ini berarti konsep bunga uang dalam Hindu dibenarkan. Membungakan uang adalah suatu kegiatan usaha yang dibenarkan oleh ajaran agama Hindu sepanjang sebagai suatu usaha produktif yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Lebih jauh Sri Rahayu Gorda menjelaskan pengenaan bunga ini mesti disesuaikan dengan perjanjian antara pemilik uang atau lembaga keuangan dan peminjam. Pemberian pinjaman uang itu bertujuan untuk mengembangkan kesejahteraan ekonomi maupun untuk pengembangan suatu usaha. Perjanjian itu tentunya didasarkan atas perhitungan yang sangat cermat dan rasional sehingga tidak merugikan baik bagi pihak pemberi pinjaman maupun pihak peminjam.

Saat ini, kata Sekretaris Perdiknas ini, konsep wrddhi grhiyad ini memang belum diterapkan dalam operasional bank atau pun lembaga keuangan Hindu, termasuk LPD. Namun, Sri Rahayu menilai konsep asli Hindu ini perlu dikaji dan dipertimbangkan digunakan dalam kegiatan lembaga keuangan berbasis Hindu atau pun budaya Bali, termasuk LPD. Hal ini bisa diatur dalam awig-awig yang menjadi dasar hukum LPD di Bali. 

Menurut Sri Rahayu Gorda, apabila wrddhi drhiyad ini benar-benar dapat diresepsi ke dalam hukum perjanjian pinjam-meminjam uang, artinya Bali juga memiliki lembaga perekonomian yang berbasis agama baik landasan hukumnya maupun juga di dalam operasionalnya juga berdasarkan atas nilai-nilai agama Hindu. LPD, kata Sri Rahayu Gorda, dalam visi, misi dan operasionalnya mencerminkan nilai-nilai agama Hindu dan budaya Bali. (*)

0 komentar:

Posting Komentar