Minggu, 18 Mei 2014

Besok, LPD Kedonganan Kembali Bagikan "Hadiah Galungan" Daging Babi

Menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, LPD Desa Adat Kedonganan kembali membagikan "hadiah Galungan" berupa daging babi gratis. Sekitar 6 ton daging babi akan diberikan kepada nasabah krama Desa Adat Kedonganan pada Senin (19/5) besok pagi bertepatan dengan hari Penyajaan Galungan. 

Pembagian daging babi gratis pada tahun 2012
Wakil Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, Drs. I Wayan Suriawan menjelaskan masing-masing nasabah krama Desa Adat Kedonganan mendapatkan 3 kg daging babi. Jumlah nasabah krama yang menerima daging babi sekitar 2.000 kepala keluarga (KK). 

"Selain daging babi, LPD juga memberikan uang bumbu sebesar Rp 50.000 per KK," kata Suriawan. 

Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., menjelaskan pemberian daging babi gratis disertai uang bumbu merupakan program rutin LPD Kedonganan setiap hari raya Galungan dan Kuningan. Program ini sebagai pengejawantahan LPD sebagai lembaga keuangan khusus komunitas milik Desa Adat/Desa Pakraman Kedonganan. Sebagai lembaga keuangan khusus komunitas adat Bali, LPD dijalankan atas dasar awig-awig desa pakraman. 

"Karena merupakan lembaga keuangan komunitas adat, LPD tidak semata-mata berorientasi pada laba, tetapi labda atau nilai manfaat yang dirasakan bersama-sama oleh krama desa. Ketika kini krama merayakan hari Galungan dan Kuningan dengan penuh suka cita, LPD juga ingin berbagi kebahagiaan bersama krama dengan membagikan daging babi dan uang bumbu," kata Madra. 

Mengenai pemilihan daging babi, Madra menyatakan, daging babi merupakan unsur penting dalam adat, budaya dan tradisi Bali. Daging babi, kata Madra, menjadi salah satu ikon Bali. Terlebih lagi dalam hari raya Galungan dan Kuningan, masyarakat Bali biasanya melaksanakan tradisi mapatung atau mebat. Sarana penting tradisi mapatung dan mebat itu tiada lain daging babi.

"Karena daging babi ini ikon adat, budaya dan tradisi Bali, sedangkan LPD ini adalah lembaga keuangan milik komunitas adat Bali, jadi tepatlah kalau kami memilih ini sebagai wujud tradisi baru dalam perayaan hari Galungan dan Kuningan," tandas Madra. (*)

0 komentar:

Posting Komentar