Minggu, 20 Oktober 2013

Hadiah Galungan LPD Kedonganan Dibagikan Besok

3 Kg Daging Babi Plus Uang Bumbu Rp 50.000

Menyambut hari raya Galungan, LPD Desa Adat Kedonganan kembali akan membagikan daging babi gratis bagi krama Desa Adat Kedonganan. Kegiatan ini pun kini menjadi tradisi baru di Kedonganan. Sejak tahun 2010 lalu, LPD Desa Adat Kedonganan secara rutin membagikan daging babi gratis kepada krama desa setempat. Kegiatan itu kembali bakal digelar Senin (21/10) pagi besok di depan gedung LPD Kedonganan.

Pembagian daging babi gratis pada tahun 2012

Wakil Kepala LPD Kedonganan, Drs. I Wayan Suriawan menjelaskan tiap-tiap krama desa ngarep mendapatkan 3 kg daging babi. Selain itu, sejumlah krama tamiu beragama Hindu yang sudah menetap di Desa Adat Kedonganan dan menjadi nasabah LPD Kedonganan juga mendapat hadiah daging babi.

“Total krama desa ngarep dan krama tamiu yang menerima daging babi gratis mencapai 1.600 kepala keluarga (KK). Jadi, daging babi yang dibagikan sekitar 5.000 kg,” kata Suriawan.

Selain daging babi, krama juga diberikan uang bumbu (basa-basa) senilai Rp 50.000. Uang bumbu ini baru diberikan sejak Galungan sebelumnya. Kala itu, uang bumbu yang diberikan sebesar Rp 25.000, kini ditingkatkan menjadi Rp 50.000.

“Ya, harga-harga kan sudah naik. Jadi, kita naikkan juga uang bumbunya,” kata Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., sembari tersenyum.

Menurut Madra pembagian daging babi menjelang Galungan dan Kuningan kali ini merupakan yang kelima kalinya. Pertama kali program ini dilaksanakan tahun 2010.

Program pembagian daging babi gratis menjelang hari raya Galungan dan Kuningan merupakan bentuk revitalisasi tradisi mapatung (memotong babi bersama-sama lalu membaginya secara merata bersama-sama). Hanya saja, tradisi itu disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini.

Program ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus terima kasih kepada krama yang telah mendukung program-program LPD.
Selain itu, program ini juga dimaksudkan untuk mendukung tumbuhnya usaha peternakan rakyat di Bali, khususnya berkaitan dengan ternak babi. Dengan dijadikan sebagai program rutin tiap hari raya Galungan, setidaknya peternak babi memiliki pasar yang jelas dan harga juga bisa dikendalikan. []



0 komentar:

Posting Komentar