Senin, 09 September 2013

Rp 15,3 Milyar, Kontribusi Kepada Krama dan Desa Adat

Peran LPD Desa Adat Kedonganan sebagai penyangga adat dan budaya Bali di Desa Adat Kedonganan sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi atau manfaat yang diberikan LPD Kedonganan kepada krama serta Desa Adat Kedonganan sejak lembaga keuangan ini berdiri tahun 1990 hingga usia ke-23 tahun pada 2013 ini sudah mencapai Rp 15,3 milyar. Jika dirata-ratakan, LPD Kedonganan memberikan kontribusi senilai lebih dari Rp 668 juta per tahun. Demikian diungkapkan Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., serangkaian perayaan HUT ke-23 LPD Desa Adat Kedonganan, Senin (9/9).

Penyerahan santunan kepada krama desa yang cacat fisik


“Kontribusi itu berwujud dana pembangunan kepada desa adat senilai Rp 9.414.058.200 dan dana sosial senilai Rp 1.981.542.088, serta sumbangan lainnya untuk penguatan adat dan budaya Bali senilai Rp 3.978.452.479,” beber Ketut Madra.

Dana pembangunan sepenuhnya diterima Desa Adat Kedonganan yang digunakan untuk kegiatan parhyangan, pawongan dan palemahan sesuai program desa adat. Dana sosial dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti punia ubon-ubon pura kahyangan tiga,  undangan bazaar STT se-Desa Adat Kedonganan, punia beras pemangku dan kelian banjar, punia/tirtha yatra pura sad kahyangan di Bali, punia/tirtha yatra  pura di luar Bali, kesehatan pemangku, bantuan bagi warga cacat, pembinaan sekaa gong remaja dan anak-anak, pembinaan STT, pembinaan olah raga serta pembinaan seni dan budaya. Selain itu, LPD Kedonganan juga memberikan sumbangan lainnya dalam bentuk bantuan langsung kepada krama maupun melalui program. Sumbangan lainnya itu, di antaranya santunan kematian, ngaben dan nyekah masa, dana pembinaan banjar/STT/PKK banjar, dana rapat banjar, tali kasih kepada mantan prajuru, kelian dan kepala lingkungan, bantuan beasiswa bagi anak yang orang tuanya kurang mampu, beasiswa prestasi, punia ke merajan/sanggah, dadia/paibon serta program daging babi gratis saat hari raya Galungan.

Di luar itu, LPD Kedonganan juga berkontribusi serta menjadi penyokong utama kegiatan pembangunan fisik di desa adat, seperti pengaspalan jalan desa (1990), renovasi Pura Dalem Kahyangan (1992), renovasi Pura Segara (1998), renovasi Pura Penataran (2000), renovasi gedong ratu ayu (2003), renovasi wantilan Palguna Pura (2004), pendirian TK Dharma Putra (2005), Pasar Desa Adat Kedonganan (2007) serta Bimbingan Belajar Widya Wijaya (2010).

Menurut Perda LPD, kewajiban LPD hanyalah memberikan dana pembangunan kepada desa adat selaku pemilik sebesar 20% serta menyisihkan 5% laba untuk dana sosial. Selama 23 tahun, laba yang diraih LPD Kedonganan tercatat Rp 47.070.291.000. Jika mengikuti ketentuan itu, semestinya LPD Kedonganan mengeluarkan dana pembangunan dan dana sosial Rp 11,7 milyar. Namun, kontribusi LPD Kedonganan melebihi apa yang diatur dalam Perda.

“Orientasi LPD memang bukan semata-mata laba yang tinggi, tapi labda yakni sukses krama dan desa adat dalam mempertahankan adat dan budayanya. Selain itu, bagaimana LPD dirasakan kehadiran dan manfaatnya bagi krama dan desa adat,” kata Ketut Madra.

Kontribusi/Manfaat LPD yang Diberikan LPD Kedonganan
Kepada Krama dan Desa Adat Kedonganan
(1990-2013)

1. Dana Pembangunan
9.414.058.200
2. Dana Sosial
1.981.542.088
3. Sumbangan Lainnya

-         Santunan kematian bagi krama (2002—2012)
433.000.000
-          Ngaben dan nyekah masa (2006, 2009, 2012)
1.833.365.679
-          Dana pembinaan banjar/STT/PKK banjar (2007—2012)
720.000.000
-          Dana rapat banjar (2007—2013)
65.160.000
-          Tali kasih kepada mantan prajuru, kelian dan kepala lingkungan (2006—2013)
72.470.000
-          Santunan orang cacat (2005—2013)
24.041.800
-          Bantuan beasiswa bagi siswa yang orang tuanya kurang mampu (2002—2013)
72.415.000
-          Beasiswa prestasi (1998—2013)
96.600.000
-          Punia merajan/dadia/paibon (2009—2013)
286.000.000
-          Program daging babi Galungan (2012—2013)
375.400.000
Jumlah
15.374.052.767



0 komentar:

Posting Komentar