Selasa, 03 September 2013

Jadi Motivator dan Dinamisator Pembangunan Desa Adat Kedonganan

23 Tahun LPD Desa Adat Kedonganan

Di usia ke-23 tahun, LPD Desa Adat Kedonganan terus mempertajam fungsinya dalam membangun komunitas adat di Desa Adat Kedonganan. LPD Kedonganan tidak saja menjalankan fungsi keuangan dan perekonomian krama tetapi juga berperan sebagai motivator dan dinamisator pembangunan di Desa Adat Kedonganan, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun budaya.

Ketua LPD Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M.


Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., menjelaskan fungsi sebagai motivator, yakni LPD menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi krama desa untuk maju, baik secara pribadi maupun dalam konteks sebagai komunitas di desa adat. Fungsi sebagai dinamisator, yakni LPD menggerakkan segala potensi krama desa di desa adat untuk mencapai tujuan mensejahterakan krama desa, baik secara sekala maupun niskala.

“LPD tidak bisa lagi dipandang semata-mata sebagai lembaga keuangan. Spirit yang mendasari kelahiran LPD adalah sebagai penyangga adat, budaya dan agama masyarakat Bali. Karena itu, sasaran LPD bukan semata-mata untung dan aset yang besar, tapi sejauh mana adat, budaya dan agama masyarakat Bali itu tegak di desa adat,” kata Madra.

Akan tetapi, menurut Madra, fungsi motivator dan dinamisator itu akan bisa diemban dengan baik apabila seluruh komponen di Desa Adat Kedonganan, baik pengurus dan karyawan, pengawas dan prajuru desa adat, krama desa serta stakeholders senantiasa mendukung keberadaan LPD Kedonganan. Dukungan yang diharapkan berupa partisipasi aktif dalam menyukseskan berbagai produk dan program LPD, sumbangan pemikiran, termasuk kritik konstruktif bagi kemajuan LPD dan Desa Adat Kedonganan.

Madra mengakui, saban tahun LPD Kedonganan memang mengalami perkembangan pesat dari sisi kinerja keuangan. Hingga 31 Juli 2013, aset LPD Desa Adat Kedonganan sudah mencapai Rp 218 milyar. Laba yang dibukukan pun terus meningkat. Jika pada akhir tahun 2012, laba LPD Kedonganan mencapai Rp 6,1 milyar, hingga 31 Juli 2013, LPD Kedonganan sudah meraup laba Rp 4,5 milyar.

“Sekali lagi bukan pada aspek aset dan laba yang besar yang menjadi kebanggaan bagi kami di LPD Kedonganan, tapi sejauh mana lembaga ini memang benar-benar dirasakan kehadiran dan manfaatnya bagi krama dan desa adat,” kata Madra.

Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja, S.Ag., menyatakan rasa bangga atas apa yang telah dicapai LPD Kedonganan selama 23 tahun. Dia berharap capaian itu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Puja juga sepakat dengan Madra, kesuksesan LPD dari sisi kinerja keuangan mesti diimbangi dengan makin kokohnya kehadiran LPD dirasakan di tengah-tengah krama desa. “Hingga kini krama desa dan Desa Adat Kedonganan sangat merasakan kehadiran dan manfaat LPD,” tandas Puja.

Hal senada juga diungkapkan tokoh senior Desa Adat Kedonganan, I Made Parka. Dia menuturkan berkat LPD, Kedonganan dikenal dan dihargai di luar. “Ketika saya menyebut berasal dari Kedonganan kala bertemu seseorang, mereka langsung teringat LPD Kedonganan. Terus terang, saya bangga dengan LPD Kedonganan,” kata Parka saat menerima tali kasih dari pengurus LPD dan prajuru desa Maret lalu. (*)

Data dan Fakta LPD Kedonganan
Per 31 Juli 2013
(dalam Ribuan Rupiah)

Aset
218.496.044
Tabungan
99.494.955
Deposito
82.418.700
Kredit
166.318.451
Modal
28.427.962
Laba
4.555.193
Jumlah Penabung
10.777 orang
Jumlah Deposan
658 orang
Jumlah Debitur
1.857 orang


0 komentar:

Posting Komentar