Rabu, 17 Juli 2013

Beda LPD dengan BPR dan Koperasi

Setelah keluarnya UU No 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro yang mengecualikan LPD, maka semakin jelas perbedaan lembaga keuangan komunitas adat Bali itu dengan LKM. Tapi, masih banyak orang yang menganggap LPD sama dengan bank atau pun koperasi. Padahal, LPD memiliki karakter yang jauh berbeda dengan lembaga-lembaga keuangan itu.

“LPD itu memang lembaga keuangan, tetapi lembaga keuangan yang tidak biasa. LPD adalah lembaga keuangan yang bersifat khusus yakni lembaga keuangan milik komunitas adat Bali,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra.

Dosen Fakultas Ekonomi Unud, Dr. I Wayan Suartana mempertegas kekhususan LPD itu. Dia menunjukkan aspek pemupukan LPD yang jauh berbeda dengan lembaga keuangan bank, koperasi atau pun LKM.        “Dari aspek pemupukan modal sangat jelas kelihatan LPD itu adalah lembaga keuangan khusus milik komunitas. Karena pemupukan modal berasal dari desa pakraman yang merupakan lembaga komunitas adat Bali. Kalau bank, koperasi dan LKM, pemupukan modalnya bisa berasal dari anggota, bisa pula dari pemegang saham,” kata Suartana.

Dijelaskan LPD, modal LPD merupakan milik komunitas atau milik bersama. Karena itu, pertanggungjawabannya pun kepada komunitas yakni melalui sangkepan desa pakraman atau banjar adat.

Seperti apa perbedaan LPD dengan BPR dan koperasi? Berikut diuraikan dalam tabel.

PERBEDAAN LPD, BPR, DAN KOPERASI

Karakteristik
LPD
BPR
Koperasi
Landasan pendirian
Hukum adat/awig-awig
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998/Undang-Undang Perbankan
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992/Undang-Undang Perkoperasian
Inisiatif pembentukan
Krama/Warga desa adat
Pribadi/Kelompok
Pribadi/Kelompok
Cara memperoleh modal
Sumbangan pemerintah dan sumbangan sukarela dari warga desa adat sesuai keikhlasan
Melalui dana dari para pemegang saham dan sektor-sektor lain yang sah
Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.
1.Modal sendiri, terdiri dari : simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, hibah.
2.Modal pinjaman, terdiri dari : anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi atau surat hutang lainnya, sumber-sumber lain yang sah
Perangkat organisasi
Perangkat organisasi LPD :
1.Paruman Desa Pakraman
2.Prajuru atau bendesa adat (ketua badan pengawas)
3.Ketua LPD
4.Kasir
5.Tata Usaha
6.Staff

Perangkat organisasi BPR :
1.Rapat Umum Pemegang Saham
2.Komisaris
3.Direksi
4.Staff-staff pendukung
Perangkat organisasi koperasi :
1.Rapat anggota
2.Pengurus
3.Pengawas


Lingkup wilayah operasional
Hanya sebatas di lingkungan desa pakraman
Seluruh wilayah Negara Republik Indonesia
Seluruh wilayah Negara Republik Indonesia
Orientasi Usaha
Lembaga non-profit, yang bersifat sosio kultural
Profit
Bersifat profit untuk mensejahterakan anggota-anggotanya
Pembagian Keuntungan
40% untuk pengelolaan modal, 60% untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat desa adat
Pembagian keuntungan diantara para pemegang saham sesuai dengan presentase saham yang dimiliki
Berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk masing-masing anggota.


0 komentar:

Posting Komentar