Rabu, 19 Juni 2013

I Made Sumantara: Dari Pura ke Kafe

Tokoh lain yang tak bisa diabaikan perannya dalam kegiatan pembangunan pura di Desa Adat Kedonganan yakni I Made Sumantara (66). Dialah yang menjadi Ketua Panitia Pembangunan Pura Segara. Made Sumantara merasakan betul bagaimana besarnya peranan LPD kala itu.

“Tanpa adanya LPD, agak berat kita memperbaiki parahyangan yang ada di desa karena biayanya sangat besar,” kata Made Sumantara yang tiga kali ditugasi sebagai ketua panitia bazar penggalian dana untuk pembangunan pura.

I Made Sumantara


Saat menjadi ketua panitia pembangunan Pura Segara, tantangan yang dihadapi Made Sumantara memang tidak kecil. Sempat terjadi ketegangan di pantai terkait pengelolaan tanah pelaba Pura Segara.

Akan tetapi, dengan semangat ngayah yang kuat dari panitia, prajuru desa, prajuru banjar serta pengurus LPD, pemugaran Pura Segara pun akhirnya bisa dirampungkan.  Kendati pun, panitia sama sekali tidak dibekali dengan dana. Justru, di akhir pembangunan, panitia bisa memberikan kelebihan dana sebesar Rp 29.000.000.

Sukses dalam pembangunan pura, Made Sumantara juga turut berperan dalam penataan Pantai Kedonganan yang berbuah dengan berdirinya 24 unit kafe/warung ikan bakar dengan system pengelolaan bersama. Kali ini Made Sumantara turut berperan sebagai pemain dengan menjadi manajer Bali Café 21.

Saat terjun menjadi pengelola kafe ini, kembali Made Sumantara merasakan besarnya peranan LPD. Betapa tidak, dana investasi awal kafe berasal dari LPD. Bahkan, secara jujur Made Sumantara mengakui pemilik kafe dan pihaknya selaku pengelola meminjam di LPD dengan nilai kredit mencapai Rp 200.000.000.

“Sampai sejauh ini syukur bisa lancar sehingga kreditnya tinggal sedikit,” kata Made Sumantara.

Itu artinya, menurut Made Sumantara, LPD Desa Adat Kedonganan benar-benar menjadi penopang dana bagi desa maupun masyarakat. Bahkan, dengan dukungan dana yang besar untuk investasi dan pengelolaan kafe, LPD Desa Adat Kedonganan dinilainya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Karena itu, Made Sumantara sangat berharap LPD Desa Adat Kedonganan bisa dijaga agar terus bisa berperan dalam membangun desa dan masyarakat. Untuk memperkuat posisi LPD, diperlukan adanya payung hukum yang kuat.

“Pak Ketut Madra mesti menyiapkan kader yang mampu menjaga irama LPD selama ini. Kalau bisa agar lebih maju dan lebih berperanan lagi,” tandas Made Ritig yang juga menjadi lawyer LPD Desa Adat Kedonganan. (*)



0 komentar:

Posting Komentar