Jumat, 10 Mei 2013

I Made Ritig: Membangun Pura dengan Modal Minus

Salah satu aspek penting yang membuat tumbuhnya kepercayaan krama Desa Adat Kedonganan terhadap LPD yakni pembangunan pura. LPD Desa Adat Kedonganan menjadi tulang punggung pembangunan sejumlah pura-pura penting di Desa Adat Kedonganan, di antaranya Pura Dalem Kahyangan, Pura Segara, Pura Penataran serta Pura Gedong Ratu Ayu.

I Made Ritig


Yang paling monumental tentu saja pembangunan Pura Dalem Kahyangan. Inilah batu ujian sekaligus pembuktian LPD Desa Adat Kedonganan kepada masyarakat. Orang yang berperan dalam pembangunan Pura Dalem Kahyangan yakni I Made Ritig, S.H. Dialah yang menjadi ketua panitia pembangunan.

Tentu saja, Made Ritig amat merasakan beratnya tantangan saat pembangunan Pura Dalem Kahyangan itu. Dengan modal minus, panitia mesti merampungkan pembangunan pura yang terletak di sisi timur Desa Adat Kedonganan itu.

“Saat itulah, peran LPD sangat besar. Selain memberikan kontribusi dana, LPD, terutama ketuanya, Pak Ketut Madra, terlibat aktif mewujudkan impian agar Pura Dalem Kahyangan bisa tuntas dibangun,” kata Made Ritig.

Berbagai pendekatan pun diupayakan, baik sekala maupun niskala. Masyarakat dibuat tergerak hatinya untuk bersama-sama ngayah, baik dalam bentuk sumbangan barang, sumbangan tenaga, maupun memberikan kemudahan akses. Ada krama yang menyumbang semen, ada yang memberikan kayu, ada pula krama yang memiliki toko bahan bangunan memberikan kemudahan panitia untuk ngebon bahan-bahan bangunan. Akhirnya, Pura Dalem Kahyangan tuntas dibangun dengan menghabiskan dana hampir Rp 300.000.000. Istimewanya, pembangunan itu sama sekali tidak mewajibkan krama untuk mengeluarkan dana urunan.

Dari sinilah tonggak kepercayaan masyarakat kepada LPD Desa Adat Kedonganan dipancangkan. Kepercayaan itu kian kokoh, terlebih lagi pembangunan pura-pura lainnya yang dilakukan pada tahapan berikutnya juga ditulangpunggungi LPD, seperti Pura Segara, Pura Penataran dan Pura Gedong Ratu Ayu.

Karena itu, Made Ritig sangat berharap LPD Desa Adat Kedonganan semakin ajek karena perannya sangat besar bagi desa dan masyarakat. Akan tetapi, Made Ritig mengingatkan apa yang telah dicapai LPD itu karena dasar pengabdian pengurusnya yang jujur, tulus, penuh komitmen, cerdas dan inovatif. Untuk itu, Made Ritig berharap agar sikap dan loyalitas semacam itu diteruskan melalui regenerasi yang baik.

“Pak Ketut Madra mesti menyiapkan kader yang mampu menjaga irama LPD selama ini. Kalau bisa agar lebih maju dan lebih berperanan lagi,” tandas Made Ritig yang juga menjadi lawyer LPD Desa Adat Kedonganan. (*)


0 komentar:

Posting Komentar