Kamis, 02 Mei 2013

Hardiknas, LPD Kedonganan Serahkan Beasiswa

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Kamis, 2 Mei 2013, LPD Desa Adat Kedonganan menyerahkan beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa dari keluarga kurang mampu. Penyerahan beasiswa ini sudah menjadi program rutin LPD sebagai wujud nyata komitmen mencerdaskan krama Desa Adat Kedonganan.
Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., mengungkapkan LPD tidak semata-mata sebagai lembaga keuangan, tetapi juga lembaga sosial kultural milik desa pakraman yang mesti ikut berkontribusi menyelesaikan masalah sosial kultural di tingkat desa pakraman. Salah satu masalah sosial kultural itu yakni pendidikan."Bagaimana caranya agar tidak terjadi putus sekolah di desa pakraman. Bagaimana caranya agar iklim berprestasi di kalangan anak didik terus bisa ditumbuhkan. Ini juga menjadi tanggung jawab LPD bersama seluruh komponen di desa pakraman," kata Madra.
LPD Kedonganan, kata Madra, memiliki komitmen kuat untuk mencerdaskan krama Desa Adat Kedonganan. Itu sebabnya, sejak tahun 2002, LPD Kedonganan secara rutin memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu. Secara rutin pula, LPD mendorong iklim kompetisi di kalangan anak-anak Desa Adat Kedonganan melalui lomba cerdas cermat dan tes beasiswa prestasi. Selain itu, LPD juga menginisiatifi dan memfasilitasi pembangunan TK Dharma Putr, termasuk Bimbingan Belajar Widya Wijaya.
Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja, S.Ag., menambahkan beasiswa yang diberikan LPD kepada siswa berprestasi dan kurang mampu sangat berarti dan bermanfaat, baik krama desa maupun desa pakraman. Dengan memberikan beasiswa secara rutin, LPD menunjukkan komitmennya yang sungguh-sungguh mencerdaskan krama Desa Adat Kedonganan.
Wakil Kepala sekaligus Sekretaris LPD Desa Adat Kedonganan, Drs. I Wayan Suriawan menjelaskan beasiswa prestasi diberikan kepada siswa yang menjadi pemenang lomba beasiswa prestasi dan cerdas cermat yang dilaksanakan pertengahan April lalu. Sementara beasiswa bagi siswa kurang mampu diberikan khusus bagi siswa krama Desa Adat Kedonganan yang memang memenuhi syarat sebagai keluarga kurang mampu.
LPD Desa Adat Kedonganan menetapkan sejumlah kriteria penerima bantuan pendidikan ini, yakni:
a.       Anak yang berasal dari keluarga kurang mampu;
b.      Anak yang dimaksud merupakan krama Desa Adat Kedonganan dan beragama Hindu;
c.   Anak yang dimaksud masih sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA);
d.      Orangtua dari anak tersebut memang benar-benar kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya;
e.       Orangtua dalam kondisi sakit sehingga tidak mampu bekerja;
f.       Salah satu atau kedua orangtuanya telah meninggal dunia (yatim piatu);
g.    Orangtua tidak memiliki pekerjaan tetap atau penghasilan kurang dari Rp 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) per bulan;
h.      Penghasilan orangtuanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan saja;
i.        Mendapatkan surat keterangan dari Kelian Adat/Banjar masing-masing;
j.        Melampirkan Kartu Keluarga serta fotocopy KTP Orangtua. (*)

2 komentar:

  1. Informasinya sangat bermanfaat, berikut ini ada contoh soal psikotes gambar/ BAUM tes, download software gratis, dan download blogger templates seo responsive.

    BalasHapus
  2. Info yang sangat menarik gan.. sedikit berbagi tips cara jitu untuk bisa lulus psikotes nih, ada banyak lulusan baru yang belum memahami apa itu psikotes, padahal psikotes itu mudah jika tahu trik menghadapinya dan psikotes itu gampang jika tahu cara menjawabnya. Sebelum mengikuti tes ini pelajari dahulu beberapa Contoh Soal Psikotes dan Jawabannya agar mudah ketika mengikuti tes pekerjaan. Terlebih lagi Soal Tes Potensi Akademik juga sangat penting dipelajari agar dapat lulus di Universitas ternama maupun SMA favorit. Selanjutnya adalah tahap wawancara, tahap inipun sangat sulit dilalui apabila tidak mengetahui apa saja yang ditanyakan ketika wawancara. Pertanyaan Wawancara Kerja telah lengkap saya bahas di blog saya tersebut. Terima kasih.

    BalasHapus