Senin, 01 April 2013

Program "Pita Ungu" Yayasan Yudisthira di Kedonganan

YAYASAN Yudisthira Swarga menggelar sosialisasi kesehatan hewan bertajuk "Pita Ungu" di Kelurahan Kedonganan, Minggu, 31 Maret 2013 lalu. Kegiatan ini diisi dengan sosialisasi mengenai kesehatan hewan bagi masyarakat Kedonganan sekaligus pemeriksaan kesehatan hewan piaraan, khususnya anjing, yang dimiliki warga Kedonganan.
Foto: www.hsi.org
Program ini pun mendapat sambutan antusias warga Kedonganan. Warga pemilik hewan piaraan anjing pun berdatangan untuk memeriksakan kesehatan binatang piaraannya. Mereka ingin memastikan anjing piaraannya sehat dan tidak berpotensi menyebarkan virus rabies. Terlebih lagi belakangan ini kasus rabies kembali meresahkan masyarakat.

Pembina Yayasan Yudisthira Swarga, drh. IGN Badi Wangsa Temaja mengatakan pola penanganan kasus rabies selama ini masih kurang tepat dan justru terkesan bertolak belakang. Cara eliminasi massal yang dilakukan pemerintah dinilainya belum cukup menyelesaikan masalah, apalagi menjadikan Bali bebas rabies.

Menurut Badi Wangsa, cara yang lebih tepat yakni membuat animal shelter atau tempat penampungan anjing liar sebagai upaya memutus rantai penyebaran rabies. Anjing-anjing liar di masing-masing kabupaten dimasukkan ke tempat penampungan itu. Selanjutnya, di tempat ini dilakukan euthanasia atau menidurkan anjing secara layak dan melakukan vaksinasi, bukan semata-mata eliminasi.

Sementara drh. I Wayan Yustitia Semarariana, salah seorang dokter hewan muda Kedonganan yang juga ikut bergabung di Yayasan Yudisthira Swarga mengatakan sosialisasi kesehatan hewan di Kedonganan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan piaraan. Selama ini, pemahaman tentang pentingnya kesehata hewan baru dimiliki orang ekspatriat atau orang berada, sementara masyarakat bawah belum memiliki pemahaman yang memadai. Merebaknya kasus rabies, menurut Yustisia, merupakan akibat kurangnya pemahaman masyarakat menegnai kesehatan anjing. 

"Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini, masyarakat menjadi paham tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan hewan. Selanjutnya mereka bisa menjaga kesehatan anjing piaraannya dengan baik," kata Yustisia. (*)

0 komentar:

Posting Komentar