Selasa, 16 April 2013

I Wayan Sada: Kisah Simpanan Tanpa Bunga di LPD Kedonganan

            Kendati sebagian besar krama Desa Adat Kedonganan bersikap pesimis atas kehadiran LPD Desa Adat Kedonganan pada masa-masa awal, tetap saja ada yang berempati lalu tergerak membantu. Di antara segelintir krama yang berempati dan tergerak membantu itu adalah I Wayan Sada (53), seorang polisi muda yang kala itu juga memiliki sejumlah usaha.
            Kebetulan, rumah Wayan Sada tepat berada di depan kantor LPD Desa Adat Kedonganan yang saat itu masih menumpang di wantilan Banjar Anyar Gede. Sada pun tahu betul bagaimana anak-anak muda yang mengurus LPD pada tahun-tahun awal dengan penuh dedikasi.
I Wayan Sada
            “Saya terus terang terenyuh dan tersentuh dengan semangat mereka. Walaupun kehadiran mereka sering diomongin, banyak orang tak percaya atau meremehkan, toh mereka tetap semangat untuk berbuat demi desa. Karena itu, saya merasa malu juga kepada mereka,” tutur Wayan Sada.
            Akhirnya, Sada yang kala itu memiliki simpanan dana tergerak untuk membantu LPD. Kurang lebih Rp 12.000.000 uang yang dimilikinya langsung disimpan di LPD Desa Adat Kedonganan. Hebatnya lagi, Wayan Sada tidak meminta bunga sama sekali.
            “Saya bilang sama Pak Ketut Madra, saya punya uang segini, silahkan adik-adik mengelola. Tapi, jangan bilang-bilang saya punya uang di sini,” kata Wayan Sada.
            Tentu saja suntikan dana Wayan Sada sangat berharga bagi LPD Desa Adat Kedonganan yang memiliki sumber dana amat terbatas. Dana itulah yang kemudian dikelola untuk menggerakkan aktivitas LPD.
            Wayan Sada mengaku motivasinya memberikan dana kepada LPD Desa Adat Kedonganan semata-mata didorong rasa bangganya kepada anak-anak muda Kedonganan yang mau berbuat untuk desa. Selain itu, dalam hati kecilnya Wayan Sada yakin LPD Desa Adat Kedonganan akan bisa berkembang dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi desa dan masyarakat.
            Keyakinan Wayan Sada terbukti. Setelah lima tahun berjalan, keberadaan LPD Desa Adat Kedonganan semakin berkembang dan masyarakat sudah mulai percaya. Wayan Sada pun kian semangat membantu LPD. Malah, Wayan Sada menjadikan LPD Desa Adat Kedonganan sebagai pilihan utama dan pertama dalam penempatan dana atau pun kredit.
             Tak hanya itu, Wayan Sada yang kini masih aktif sebagai polisi juga ikut memasarkan produk-produk LPD Desa Adat Kedonganan. Bahkan, bagi krama luar yang hendak meminjam, Wayan Sada langsung menjadi penjamin. “Saya tetap ingin berkontribusi meskipun kecil,” kata Wayan Sada.

0 komentar:

Posting Komentar