Sabtu, 09 Maret 2013

LPD Suntikkan Dana Ogoh-ogoh Rp 2 Juta

Pemuda Kedonganan dalam suatu acara.
LPD Desa Adat Kedonganan menyuntikkan dana pembinaan ogoh-ogoh bagi sekaa teruna (ST) se-Desa Adat Kedonganan. Masing-masing ST menerima Rp 2 juta. Dana pembinaan ini diserahkan Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja, S.Ag., didampingi Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., 27 Februari 2013.

Madra menjelaskan dana pembinaan ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari dana pembinaan pemuda untuk masing-masing banjar yang dianggarkan LPD. Setiap tahun, masing-masing ST disiapkan anggaran Rp 10 juta untuk menunjang kreativitas pemuda di banjar.

“Akan tetapi, masing-masing ST harus membuat proposal dan diajukan kepada LPD sehingga dana itu bisa dicairkan,” kata Madra.

Madra berharap dana itu tidak dilihat nilai nominalnya, tetapi perhatian dan dukungan dari LPD dan desa adat bagi kreativitas para pemuda. Madra berpesan agar kreativitas pemuda tidak hanya berhenti sampai pada pembuatan ogoh-ogoh saban hari raya Nyepi tetapi juga berlanjut pada bentuk-bentuk kreativitas lain yang positif dan bermanfaat bagi kemajuan desa.

Sementara Puja menyatakan dana yang diserahkan itu merupakan dana motivasi bagi para pemuda. Dana itu pada dasarnya merupakan dana desa adat yang dikelola LPD. Karena itu, dana penyerahan dana pembinaan merupakan bentuk perhatian dan dukungan desa adat juga melalui LPD.

Berkaitan dengan pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan Senin, 11 Maret 2013, Puja meminta agar pemuda se-Desa Adat Kedonganan bersatu (mapaiketan) dan jangan sampai terjadi gontok-gontokan. Para pemuda mesti menyadari bahwa malam pengerupukan merupakan rangkaian hari raya Nyepi yang harus dijaga.

“Saya sudah imbau, selesai pengarakan ogoh-ogoh agar tidak ada lagi kegiatan di banjar. Aktivitas kami batasi sampai pukul 24.00 Wita,” kata Puja. (*)

0 komentar:

Posting Komentar