LPD Kedonganan Berbagi 7 Ton Daging Babi

LPD Desa Adat Kedonganan konsisten melanjutkan program Berbagi Daging Babi sebagai revitalisasi tradisi mapatung menjelang hari raya Galungan. Senin (30/10), sekitar 7 ton daging babi dibagikan untuk 2.300 krama dan nasabah LPD Desa Adat Kedonganan.

Ketua Pemuda Eka Santhi Raih Penghargaan Wirausaha Muda Berprestasi Nasional

Satu lagi pemuda Kedonganan mengukir prestasi di tingkat nasional. I Wayan Yustisia Semarariana meraih juara II Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional 2017. Penghargaan bergengsi ini diterima Ketua Pemuda Eka Santhi Kedonganan itu di Jakarta pada Jumat (27/10).

LPD Kedonganan Sosialisasi Spirit Tri-Us Lewat Lomba Padus

LPD Kedonganan menggelar lomba paduan suara antar-PKK se-Desa Adat Kedonganan serangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-27 LPD Desa Adat Kedonganan. Lomba diikuti enam banjar adat yang ada di Desa Adat Kedonganan.

LPD Kedonganan Fasilitasi Upacara Panglukatan Sapuh Leger Massal

LPD Desa Adat Kedonganan memfasilitasi upacara panglukatan sapuh leger massal bagi krama Desa Adat Kedonganan bertepatan dengan hari Tumpek Wayang, Sabtu (29/7).

Generasi Muda Kedonganan Harus Berani Berwirausaha

Generasi muda Kedonganan harus memiliki kemampuan dan keberanian berwirausaha. Mereka mesti melihat dan menggarap secara maksimal peluang usaha yang ada di Desa Adat Kedonganan.

Minggu, 31 Maret 2013

SD 1 Kedonganan Dominasi Juara Tes Beasiswa Prestasi

SD 1 Kedonganan mendominasi juara dalam ajang Tes Beasiswa Prestasi serangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-23 LPD Desa Adat Kedonganan. SD 1 Kedonganan menyabet Juara I untuk tingkat kelas III atas nama Ni Putu Adelia Septiasari (492) dan juara I tingkat kelas V atas nama Putu Putri Agustini (539). Selain itu, SD 1 Kedonganan juga meraih juara II untuk tingkat kelas VI atas nama Putu Adhis Sadyana Tangkas (517) dan juara III untuk tingkat kelas III atas nama Ni Luh Kadek Ariasih Juniati (455).
Prestasi SD 1 Kedonganan dibayang-bayangi SD 3 Kedonganan yang juga memboyong empat juara. SD 3 Kedonganan menyabet juara I  dan III untuk tingkat kelas VI atas nama Ni Putu Febrianti Suntari Dewi (520) dan Ni Kadek Saras Dewi (507). Selain itu, SD 3 Kedonganan juga menyabet juara II untuk tingkat kelas III atas nama I Wayan Dharma Wijaya (475) dan juara III untuk tingkat kelas V atas nama AA Bintang Krisna Dewi (482).
SD 4 Kedonganan menggondol dua juara, yakni juara I dan II untuk tingkat kelas IV atas nama I Putu Gede Krisna Nandika P. (521) dan Eka Nur Fajrita (505). Sementara SD 2 Kedonganan menyabet dua juara, yaitu juara II untuk tingkat kelas V atas nama Ni Made Rai Ayuningsih (513) dan juara III untuk tingkat kelas IV atas nama Desak Putu Dhea Deviyanti (486).
Wakil Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, Drs. I Wayan Suriawan menjelaskan para pemenang akan mendapatkan hadiah piagam dan tabungan. Untuk juara I di masing-masing tingkat mendapat hadiah tabungan Rp 1.000.000, juara II menerima Rp 800.000, sedangkan juara III menerima Rp 600.000.
Penyerahan hadiah akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2013 mendatang. "Panitia akan kembali menghubungi para pemenang untuk jadwal penyerahan hadiah," kata Suriawan. (*)


Pemenang Tes Beasiswa Prestasi Tingkat Kelas III

No Nama Siswa Asal Sekolah Nilai Peringkat
1 Ni Putu Adelia Septiasari SD 1 Kedonganan 492 I
2 I Wayan Dharma Wijaya SD 3 Kedonganan 475 II
3 Ni Luh Kadek Ariasih Juniati SD 1 Kedonganan 455 III

Pemenang Tes Beasiswa Prestasi Tingkat Kelas IV

No Nama Siswa Asal Sekolah Nilai Peringkat
1 I Putu Gede Nandika Krisna P SD 4 Kedonganan 521 I
2 Eka Nur Pajrita SD 4 Kedonganan 505 II
3 Desak Putu Dhea Deviyanti SD 2 Kedonganan 486 III

Pemenang Tes Beasiswa Prestasi Tingkat Kelas V

No Nama Siswa Asal Sekolah Nilai Peringkat
1 Ni Putu Putri Agustini SD 1 Kedonganan 539 I
2 Ni Made Rai Ayuningsih SD 2 Kedonganan 513 II
3 AA Bintang Krisna Dewi SD 3 Kedonganan 482 III

Pemenang Tes Beasiswa Prestasi Tingkat Kelas VI

No Nama Siswa Asal Sekolah Nilai Peringkat
1 Ni Putu Febrianti Suntari Dewi SD 3 Kedonganan 520 I
2 Putu Adhis Sadyana Tangkas SD 1 Kedonganan 517 II
3 Ni Kadek Saras Dwi Guna SD 3 Kedonganan 507 III

Senin, 25 Maret 2013

Krama Kedonganan Sambut Antusias "Hadiah" Daging Babi Galungan

Krama Desa Adat Kedonganan menyambut antusias "hadiah" Galungan dan Kuningan dari LPD Desa Adat Kedonganan berupa daging babi seberat 3,5 kg plus uang bumbu Rp 25.000. Antusiasme krama itu terlihat dari ramainya krama yang datang ke halaman depan gedung LPD Desa Adat Kedonganan, Senin (25/3) pagi. Dengan mengenakan pakaian adat madya, mereka tampak sumringah menanti pembagian daging babi dan uang bumbu itu.

Salah seorang krama, I Made Arya mengaku senang menerima "hadiah" daging babi gratis dari LPD Kedonganan. Yang lebih menggembirakan lagi, pada Galungan kali ini, juga diberikan tambahan uang bumbu. Di tengah tingginya harga kebutuhan pokok belakangan ini, "hadiah" dari LPD Kedonganan ini sangat membantu krama.

"Saya berharap pemberian daging babi bagi krama ini bisa terus dilakukan rutin tiap Galungan," kata Arya.

Hal senada dikemukakan krama lainnya, Mitha. Ibu muda ini mengaku sangat terbantu dengan pemberian daging babi dan uang bumbu dari LPD Kedonganan. Mitha menilai "hadiah" Galungan ini sebagai bentuk perhatian LPD terhadap nasabah, terutama krama Desa Adat Kedonganan.

Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., menjelaskan krama penerima daging babi gratis merupakan nasabah LPD Kedonganan yang memiliki tabungan minimal Rp 200.000. Di Kedonganan, kata Madra, semua krama sudah memiliki tabungan di LPD dengan saldo mengendap Rp 200.000. Itu sebabnya, semua krama menerima hadiah daging babi dan uang bumbu. Hanya saja, yang menerima hadiah daging babi adalah krama ngarep.

Mengenai konsistensi program ini, Madra mengatakan berupaya agar menjadikannya program rutin saban Galungan. Sejak dua tahun lalu, program ini sudah bisa dilaksanakan secara rutin. "Intinya, kalau krama Desa Adat Kedonganan tetap mendukung LPD, tetap mempercayai LPD, tentu LPD akan terus berupaya melanjutkan program ini. Sama halnya dengan program ngaben masa setiap tiga tahun," kata Madra. Bahkan, imbuh Madra, LPD Kedonganan terus berinovasi membuat program-program baru yang menyentuh kebutuhan krama.

Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja, S.Ag. menyatakan program hadiah Galungan berupa daging babi gratis dan uang bumbu sangat positif. Selain membantu krama juga mampu memupuk kebersamaan di antara krama. (*)

Sabtu, 23 Maret 2013

Senin, Pembagian "Hadiah" Daging Babi Gratis Plus Uang Bumbu

LPD Desa Adat Kedonganan kembali memberikan daging babi gratis kepada krama desa adat setempat sebagai "hadiah" hari raya Galungan dan Kuningan. Tiap-tiap krama desa ngarep akan menerima 3,5 kg daging babi disertai uang bumbu (basa-basa) senilai Rp 25.000. Pembagian "hadiah" ini dilaksanakan di depan kantor LPD Desa Adat Kedonganan, Jalan Catus Pata, Kedonganan, Senin, 25 Maret 2013 pukul 07.30 Wita.

Wakil Kepala sekaligus Sekretaris LPD Desa Adat Kedonganan, I Wayan Suriawan menjelaskan pembagian daging babi menjelang Galungan dan Kuningan kali ini merupakan yang keempat kalinya. Pertama kali program ini dilaksanakan tahun 2010.

"Untuk Galungan Maret ini ada yang istimewa karena diberikan tambahan uang bumbu Rp 25.000. Tapi, uang bumbu itu hanya untuk krama desa yang datang. Kalau tidak datang atau diwakili, tidak mendapatkan uang bumbu itu," kata Suriawan, Sabtu (24/3). 

Dipaparkan Suriawan, LPD menyediakan sekitar 5 ton daging babi. Daging babi itu akan dibagikan kepada 1.157 krama desa ngarep di Desa Adat Kedonganan.

Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., mengungkapkan program pembagian daging babi gratis menjelang hari raya Galungan dan Kuningan merupakan bentuk revitalisasi tradisi mapatung (memotong babi bersama-sama lalu membaginya secara merata bersama-sama). Hanya saja, tradisi itu disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini. 

Program ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus terima kasih kepada krama yang telah mendukung program-program LPD.

Selain itu, program ini juga dimaksudkan untuk mendukung tumbuhnya usaha peternakan rakyat di Bali, khususnya berkaitan dengan ternak babi. Dengan dijadikan sebagai program rutin tiap hari raya Galungan, setidaknya peternak babi memiliki pasar yang jelas dan harga juga bisa dikendalikan. 

Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja, S.Ag., menyambut baik dan bersyukur dengan program pembagian daging babi gratis bagi krama desa ini. Pihaknya berharap program ini bisa makin mendekatkan LPD dengan krama desa sehingga LPD bisa terus berkembang. Pada akhirnya, kemajuan LPD Kedonganan juga akan dinikmati krama Desa Adat Kedonganan. (*)

Rabu, 20 Maret 2013

SD 3 Kedonganan Borong Juara Cerdas Cermat

Lomba cerdas cermat LPD, 20 Maret 2013
SD 3 Kedonganan memborong juara Cerdas Cermat LPD Kedonganan yang digelar Rabu, 20 Maret 2013. Dua tim yang dikirim SD 3 Kedonganan sukses menggondol juara I dan II. Sementara juara III dan juara IV diborong SD 1 Kedonganan. SD 2 dan SD 4 Kedonganan tersingkir dalam babak penyisihan. Tim A SD 3 Kedonganan mengumpulkan nilai 2.100 dan tim B SD 3 Kedonganan mengumpulkan nilai 1.900. Sementara tim A SD 1 Kedonganan dan tim B SD 1 Kedonganan masing-masing mengumpulkan nilai 1.700 dan 1.600.
Tim A SD 3 Kedonganan yang menyabet juara I diperkuat Ni Putu Susanti Pradnyani, AA Bintang Krisna Dewi serta Ni Kadek Saras Dewi. Tim B SD 3 Kedonganan yang menyabet juara II diperkuat Komang Angel Puspita Dewi, Makayla Claresta serta Made Kharisma Jagaddhita. Sementara tim A SD 1 Kedonganan yang menyabet juara III didukung Dewa Gede Wahyu Nuryatama, Putu Putri Agustini serta Ni Putu Diah Mas Maheswari. Sementara tim B SD 1 Kedonganan yang mendapat juara IV diperkuat Putu Adhis Sadyana Tangkas, Ni Kadek Risa Dwiyani Putri serta I Putu Felix Budi Rusmawan. 
Pemenang lomba cerdas cermat akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam serta uang tabungan. Juara I mendapatkan tabungan Rp 750.000, juara II menerima Rp 600.000, sedangkan juara III menerima Rp 450.000.
Di ujung acara final cerdas cermat juga diselipkan kuis khusus berhadiah kejutan uang tunai senilai Rp 75.000 per pertanyaan bagi keempat peserta. Pertanyaan diajukan Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra. Selain itu, juga ada kuis berhadiah kejuatan uang tunai senilai Rp 50.000 per pertanyaan bagi siswa para pendukung. Pertanyaan disampaikan pengelola majalah Gedong (Geliat LPD Desa Adat Kedonganan), I Made Sujaya. Ada juga kuis kejutan bagi guru dengan hadiah uang tunai Rp 100.000. (*)

SD 1 Kedonganan Terbanyak Loloskan Peserta Final Tes Beasiswa Prestasi

Suasana tes beasiswa prestasi LPD Kedonganan 2013
SD 1 Kedonganan meloloskan peserta terbanyak dalam final tes beasiswa prestasi LPD Kedonganan yang akan dilaksanakan Kamis, 21 Maret 2013 besok. Dari 48 peserta yang lolos ke babak puncak, SD 1 Kedonganan meloloskan 16 peserta. Disusul posisi kedua ditempati SD 3 Kedonganan dengan 14 peserta, SD 2 Kedonganan dengan 12 peserta dan SD 4 Kedonganan hanya 6 peserta. 
Kepala Bagian Umum LPD Kedonganan, I Made Sumerta, S.E., M.M., menjelaskan untuk masing-masing tingkatan kelas dipilih 12 peserta untuk beradu di babak final. Ada empat tingkatan kelas yang dilombakan dalam tes kali ini, yakni kelas III, IV, V dan VI. Itu artinya, peserta final tes beasiswa prestasi besok sebanyak 48 orang. "Mereka disaring dari 160 peserta pada tahap seleksi yang dilaksanakan Senin-Selasa, 18-19 Maret 2013 lalu," kata Sumerta.
Pada babak final akan dicari juara I, juara II dan juara III. Selain itu juga dicari juara umum yang akan mendapatkan piala. Juara I akan mendapatkan hadiah tabungan senilai Rp 1.000.000, juara II mendapatkan Rp 800.00, serta juara III menerima hadiah tabungan Rp 600.000.

Berikut nama-nama peserta yang lolos final tes beasiswa prestasi LPD Kedonganan 2013.

I. Kelas III 
   1. Ni Putu Adelia Septiasari/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 460)
   2. Ni Luh Kadek Ariasih Juniarti/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 457)
   3. Ni Luh Diah Kemala Sari/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 456)
   4. Sri Ananda Sila Dewi/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 454)
   5. I Wayan Dharma Wijaya/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 443)
   6. Putu Agus Seniartawan/ SD 4 Kedonganan (Nilai: 432)
   7. I Gusti Putu Ngurah Adi Putra Sanjaya/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 431)
   8. Ni Ketut Ayu Putri Premayani/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 430)
   9. Putu Darma Sentosa Jiwa Permana/ SD 4 Kedonganan (Nilai: 429)
 10. Ni Kadek Widya Egi Pradnyani/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 421)
 11. Hari Sukma Widyastuti/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 414)
 12. Rensi Surya Rezeki/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 409)

II. Kelas IV 
 1. Eka Nur Pajrita/ SD 4 Kedonganan (Nilai: 579)
 2. I Putu Gede Krisna Nandika P/ SD 4 Kedonganan (Nilai: 552)
 3. I Putu Felix Budi Rusmawan/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 549)
 4. Ni Luh Putu Piskharena Suandi P/SD 2 Kedonganan (Nilai: 508)
 5. Ni Komang Wulan Trisna Prema/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 502)
 6. Desak Putu Dhea Deviyanti/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 498)
 7. Ni Made Sita Dwi Liliana/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 492)
 8. Ni Kadek tya Dewi/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 489)
 9. Farah Hani Ahabriana/ SD 4 Kedonganan (Nilai: 487)
10. I Putu Adi Prasetya/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 476)
11. Ni Putu Melanie Putri/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 475)
12. Ni Putu Dyah Mas Maheswari/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 470)

III. Kelas V
 1. Ni Made Rai Ayuningsih/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 545)
 2. Putu Putri Agustini/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 530)
 3. Ni Kadek Risa Dwiyani Putri/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 513)
 4. Dewa Kadek Wira Pramudita/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 467)
 5. AA Bintang Krisna Dewi/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 463)
 6. Ni Kadek Febri Yantari/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 457)
 7. Mikayla Claresta/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 452)
 8. Ni Putu Ayu Widiantarai/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 451)
 9. Rizka Fadillah Febriyanti/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 450)
10. Ni Putu Mela Putri Widiantarai/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 447)
11. Sefira Jesika Sari/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 438)
12. Putu Regina Kusuma Dewi/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 436)

IV. Kelas VI 
 1. Ni Kadek Saras Dwi Guna/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 547)
 2. Ni Putu Febriyanti Suntari Dewi/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 546)
 3. Ni Kadek Rika Pramesti/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 525)
 4. I Putu Adhis Sadyana Tangkas/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 524)
 5. Dewa Gede Wahyu Nuryatama/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 517)
 6. Made Kharisma Jagaddhita/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 514)
 7. Putu Maha Wiradharma/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 509)
 8. Ni Gusti Ayu Eka Cantika A/ SD 4 Kedonganan (Nilai: 492)
 9. Dikky Wahyu Kusuma Budi/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 472)
10. Dewi Ani Anjani/ SD 3 Kedonganan (Nilai: 471)
11. Made Irvan Sastra Abenk/ SD 2 Kedonganan (Nilai: 469)
12. Ni Kadek Angga Apriliani/ SD 1 Kedonganan (Nilai: 467)

Selasa, 19 Maret 2013

Disdikpora Salut dengan Program LPD Kedonganan


Suasana tes beasiswa prestasi LPD Kedonganan 2013
DINAS Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kecamatan Kuta menyatakan salut dan penghargaan yang tinggi kepada LPD Desa Adat Kedonganan atas program-programnya dalam bidang pendidikan. Tes Beasiswa Prestasi dan Cerdas Cermat yang rutin digelar tiap tahun sebagai rangkaian perayaan HUT LPD Kedonganan dinilai sebagai program yang sangat bagus untuk menumbuhkan iklim kompetisi dan semangat berprestasi siswa di Kedonganan. Penilaian ini dikemukakan Pengawas UPT Disdikpora Kecamatan Kuta, A.A. Made Agung, S.H., yang menjadi salah seorang pengawas Tes Beasiswa Prestasi dan Lomba Cerdas Cermat LPD Kedonganan.
“Kami menyambut baik inisiatif dan program yang baik ini. Ini sangat bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan. Ujung-ujungnya ini akan berimplikasi pada peningkatan mutu pendidikan yang akan dinikmati oleh masyarakat luas,” kata Agung di sela-sela pelaksanaan Tes Beasiswa Prestasi LPD Kedonganan 2013 di SD 2 Kedonganan, Senin, 18 Maret 2013.
Menurut Agung, program LPD Kedonganan ini merupakan wujud nyata partisipasi aktif masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan. Ditegaskan Agung, tanggung jawab terhadap kemajuan dunia pendidikan juga berada di pundak masyarakat.
Agung juga berterima kasih karena UPT Disdikpora Kecamatan Kuta dilibatkan dalam program ini. Menurut Agung, UPT Disdikpora Kecamatan Kuta dilibatkan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program. UPT Disdikpora diberi kepercayaan untuk membuat soal-soal tes.
“Kami tentu mengemban kepercayaan ini dengan baik. Kami berusaha menjaga kepercayaan itu dengan menjaga independensi dan kerahasiaan soal agar tes ini benar-benar berkualitas,” kata Agung.
Mengenai tipe soal tes, Agung menyatakan disesuaikan dengan syarat tes yang baik serta mengadopsi tipe tes Ujian Nasional (UN) serta tipe ulangan umum. Hal ini dimaksudkan agar Tes Beasiswa Prestasi bisa menjadi semacam ajang latihan bagi siswa untuk mengikuti UN maupun ulangan umum.
“Kalau dari segi karakter soal tentu saja mengacu pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa,” kata Agung. (*)

Senin, 18 Maret 2013

Senangnya Ikut Tes Beasiswa Prestasi LPD Kedonganan

Dewa Gede Wahyu Nuriatama
 DEWA Gede Wahyu Nuriatama (11) menyimpan perasaan tegang saat mengikuti Tes Beasiswa Prestasi yang digelar LPD Desa Adat Kedonganan di SD 2 Kedonganan, Senin, 18 Maret 2013. Tes yang digelar serangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-23 memiliki makna istimewa bagi siswa kelas V SD 1 Kedonganan ini. Pasalnya, ini keikutsertaannya ketiga kalinya. Saat keikutsertaan kedua, tahun lalu, Dewa Wahyu mendapat juara II. Atas prestasinya itu, Dewa Wahyu diganjar hadiah piagam dan uang tabungan senilai Rp 700.000.
Karena pengalaman pernah menjadi juara itulah, perasan Dewa Wahyu tegang luar biasa. Dia takut tak lolos babak final. "Saya berdoa semoga lolos dan bisa menang lagi," kata Dewa Wahyu yang berasal dari Bangli tetapi tinggal di Kedonganan ini.
Tapi, putra pasangan Dewa Gede Antara dan Jro Nyoman Sekarini ini mengaku senang karena diberi kesempatan oleh sekolahnya mengikuti Tes Beasiswa Prestasi LPD Kedonganan. Bahkan, Dewa Wahyu juga diikutkan dalam tim lomba Cerdas Cermat yang akan digelar Rabu, 20 Maret 2013 besok.
Komang Tri Rahayunita
Dewa Wahyu memang tergolong anak cerdas dan kreatif. Anak kelahiran 16 September 2001 ini berkali-kali menjadi juara dalam sejumlah ajang perlombaan. Di antaranya Juara I Lomba Masatua Bali tingkat Kabupaten Badung tahun 2011. Selain itu, beberapa kali dia juga meraih juara dalam lomba menari.
Perasaan tegang juga dirasakan Ni Komang Tri Rahayunita, siswi kelas VI SD Kedonganan. Tri yang mengaku selalu diikutkan dalam Tes Beasiswa Prestasi LPD Kedonganan ini mengakui dirinya memang belum pernah mendapat juara. Namun, Tri tidak pernah patah semangat. Dia tetap mencoba, bersanding dan bersaing, menjadi yang terbaik.
"Soalnya lumayan sulit. Tapi, syukur saya bisa menjawab," kata putri pasangan I Wayan Kertayasa dan Ni Ketut Marheni dari Banjar Pasek, Desa Adat Kedonganan. (*)

LPD Kedonganan Kembali Gelar Tes Beasiswa Prestasi


Pembukaan tes beasiswa prestasi 2013 di SD 2 Kedonganan

LPD Desa Adat Kedonganan kembali menggelar Tes Beasiswa Prestasi dan Lomba Cerdas Cermat antar-SD se-Desa Adat Kedonganan. Kegiatan yang digelar serangkaian peringatan HUT ke-23 itu dibuka Senin (18/3) kemarin di SD 2 Kedonganan.
Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra mengatakan iklim  kompetitif sangat penting artinya dalam memacu prestasi siswa. Iklim kompetitif mendorong pelajar untuk senantiasa memcau kualitas diri guna mencapai prestasi terbaik. Itu sebabnya, penyelenggara pendidikan dan masyarakat mesti menggelar aneka kegiatan yang dapat menjaga semangat berkompetisi siswa.
“LPD ini kan milik desa adat, milik krama, ikut berkewajiban membangun iklim kompetisi itu. Itu sebabnya, kami rutin menggelar tes beasiswa prestasi dan lomba cerdas cermat antar-SD se-Desa Adat Kedonganan,” kata Madra.
Kedua kegiatan ini, kata Madra, sudah dimulai sejak tahun 1995. Tahun ini memasuki pelaksanaan ke-18. Selama 18 tahun, kedua kegiatan itu berdampak positif pada peningkatan prestasi akademik dan nonakademik siswa di Kedonganan. Salah seorang alumni tes beasiswa prestasi LPD Kedonganan yang sukses, yakni Putu Yunita Oktarini yang pernah menjadi runner up Miss Indonesia serta kini menjadi anggota DPRD Badung.
Untuk lebih memacu prestasi siswa, Madra merencanakan untuk menggelar kompetisi di tingkat Kecamatan Kuta. Dengan memperluas jangkauan wilayah kompetisi, siswa di Kedonganan akan makin terdorong untuk mencapai prestasi lebih baik sehingga bisa bersaing dengan siswa dari sekolah lain di Kecamatan Kuta.
Tes beasiswa prestasi LPD Kedonganan digelar dua tahap, yakni tahap seleksi pada Senin-Selasa (18-19/3) dan tahap final pada Kamis (21/3). Tahap seleksi diikuti 160 siswa kelas III, IV, V dan VI dari empat SD di Kedonganan. Selanjutnya dipilih 40 orang (10 orang dari masing-masing tingkatan kelas) untuk mengikuti final. Rabu (20/3) dilaksanakan cerdas cermat dengan peserta 8 tim dari 4 SD.
Selain piagam dan piala, juara I, II dan III tes beasiswa prestasi menerima tabungan masing-masing senilai Rp 1.000.000, Rp 800.000 serta Rp 600.000. Sementara pemenang lomba cerdas cermat mendapat hadiah piala, piagam dan uang tunai masing-masing Rp 750.000 untuk juara I, Rp 600.000 untuk juara II dan Rp 450.000 untuk juara III. (*)

Sabtu, 09 Maret 2013

LPD Suntikkan Dana Ogoh-ogoh Rp 2 Juta

Pemuda Kedonganan dalam suatu acara.
LPD Desa Adat Kedonganan menyuntikkan dana pembinaan ogoh-ogoh bagi sekaa teruna (ST) se-Desa Adat Kedonganan. Masing-masing ST menerima Rp 2 juta. Dana pembinaan ini diserahkan Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja, S.Ag., didampingi Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., 27 Februari 2013.

Madra menjelaskan dana pembinaan ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari dana pembinaan pemuda untuk masing-masing banjar yang dianggarkan LPD. Setiap tahun, masing-masing ST disiapkan anggaran Rp 10 juta untuk menunjang kreativitas pemuda di banjar.

“Akan tetapi, masing-masing ST harus membuat proposal dan diajukan kepada LPD sehingga dana itu bisa dicairkan,” kata Madra.

Madra berharap dana itu tidak dilihat nilai nominalnya, tetapi perhatian dan dukungan dari LPD dan desa adat bagi kreativitas para pemuda. Madra berpesan agar kreativitas pemuda tidak hanya berhenti sampai pada pembuatan ogoh-ogoh saban hari raya Nyepi tetapi juga berlanjut pada bentuk-bentuk kreativitas lain yang positif dan bermanfaat bagi kemajuan desa.

Sementara Puja menyatakan dana yang diserahkan itu merupakan dana motivasi bagi para pemuda. Dana itu pada dasarnya merupakan dana desa adat yang dikelola LPD. Karena itu, dana penyerahan dana pembinaan merupakan bentuk perhatian dan dukungan desa adat juga melalui LPD.

Berkaitan dengan pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan Senin, 11 Maret 2013, Puja meminta agar pemuda se-Desa Adat Kedonganan bersatu (mapaiketan) dan jangan sampai terjadi gontok-gontokan. Para pemuda mesti menyadari bahwa malam pengerupukan merupakan rangkaian hari raya Nyepi yang harus dijaga.

“Saya sudah imbau, selesai pengarakan ogoh-ogoh agar tidak ada lagi kegiatan di banjar. Aktivitas kami batasi sampai pukul 24.00 Wita,” kata Puja. (*)

Nyepi, Kas LPD Kedonganan Tutup Lima Hari

Berkaitan dengan perayaan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1935, kas LPD Desa Adat Kedonganan ditutup selama lima hari, mulai Sabtu, 9 Maret 2013 hingga Rabu, 13 Maret 2013. Kas LPD Kedonganan dibuka kembali pada Kamis, 14 Maret 2013. 
Wakil Kepala LPD Kedonganan, I Wayan Surawan menjelaskan penutupan kas dilakukan semata-mata untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan dan krama Desa Adat Kedonganan berkonsentrari merayakan hari raya Nyepi sebagai hari raya penting umat Hindu. Penutupan kas dmulai Sabtu, 9 Maret 2013 karena pada saat itu dilaksanakan prosesi upacara melasti ke segara. Pada hari Senin, 11 Maret 2013 dilaksanakan upacara tawur agung kesanga serta pengerupakan. Selasa, 12 Maret 2013, umat Hindu melaksanakan catur brata penyepian. Sementara Rabu, 13 Maret 2013, umat Hindu melaksanakan prosesi ngembak geni yang biasanya diisi dengan simakrama sesama keluarga.
Surawan mengajak seluruh karyawan dan krama Desa Adat Kedonganan melaksanakan catur brata penyepian dengan tertib dan penuh kesungguhan sekaligus mendoakan agar LPD serta Desa Adat Kedonganan tetap maju dan bisa memberikan yang terbaik bagi krama. "Kami bersama seluruh pengurus, badan pengawas serta karyawan LPD Kedonganan menyampaikan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1935!"

Jumat, 08 Maret 2013

Jaga Keharmonisan Desa Kedonganan

Pesan Panglingsir dan Tokoh Kedonganan 

I Made Parka (kiri) dan I Ketut Madra (kanan)
 Acara simakrama dan penyerahan tali kasih LPD Desa Adat Kedonganan bersama prajuru Desa Adat ke Kedonganan kepada para panglingsir, tokoh masyarakat dan mantan prajuru serta pengurus desa, Kamis, 7 Maret 2013 lalu menjadi ajang jalinan komunikasi antargenerasi pendahulu dengan generasi kini. Para panglingsir dan tokoh Kedonganan itu pun berpesan agar keharmonisan di Desa Adat Kedonganan dijaga, terutama di antara prajuru desa, antara prajuru desa dengan pengurus LPD serta pengurus lembaga kemasyarakatan lain di Kedonganan. 

"Keharmonisan di antara prajuru atau pun antara prajuru dengan pengurus desa lainnya itu menjadi kunci agar kita bisa membangun Kedonganan menjadi lebih baik," kata mantan Kelian Banjar Adat, Jro Mangku Made Sukadi dan mantan Bendesa Adat Kedonganan, I Wayan Suranata. 

Hal senada juga disampaikan tokoh Kedonganan dari Banjar Kubu Alit, I Made Sumantara. Dia berharap komunikasi antargenerasi tetap dijaga. Menurut Sumantara, komunikasi yang baik akan memudahkan dalam melaksanakan program-program pembangunan desa. 

Secara khusus, kepada prajuru baru, Sumantara berpesan agar merumuskan program kerja serta kalender kerja. Program kerja merupakan rencana kerja untuk jangka waktu tertentu, sedangkan kalender kerja sebagai jadwal pelaksanaan program kerja.

I Made Sumantara menyalami Penyarikan Desa, I Made Sukada
Panglingsir I Made Parka menyatakan dirinya siap menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk pembangunan di desa. Baginya, pola LPD Kedonganan yang mengunjungi para panglingsir, para tokoh dan mantan prajurus serta pengurus desa merupakan hal yang positif dan bermakna. 

Untuk prajuru baru, Made Parka berpesan agar program pembinaan generasi muda diintensifkan. Selain itu, kegiatan-kegiatan pembinaan adat dan budaya bagi para pemangku serta sarati banten dihidupkan. 

Mantan Lurah Kedonganan, I Wayan Sandi menyampaikan selamat dan sukses kepada prajuru baru. Jika memang ingin menggali masukan dari para panglingsir, tokoh-tokoh, mantan prajuru dan pengurus desa, Sandi menyarankan diadakan suatu pertemuan khusus sehingga bisa lebih banyak digali pemikiran-pemikiran positif untuk kemajuan desa. 

Mantan Bendesa Adat Kedonganan, I Made Gandil mendoakan agar prajuru baru diberi kekuatan untuk bisa mengabdi dengan baik bagi Desa Adat Kedonganan. Panglingsir yang juga turut membidani kelahiran LPD Kedonganan tahun 1990 silam ini berharap program ngaben massa tiap tiga tahun sekali yang difasilitasi LPD dan menjadi program desa adat bisa terus dilanjutkan. 

Selain itu, Gandil juga menitipkan pesan agar desa adat bisa melaksanakan suatu upacara mapahayu desa untuk membersihkan desa dari segala leteh (kekotoran). Gandil menceritakan pasca-G30S/PKI tahun 1965, di Kedonganan terjadi konflik horizontal yang memprihatinkan. Banyak rumah warga dibakar dan bahkan ada yang dibunuh. Saat menjabat Bendesa Adat Kedonganan, Gandil pernah membicarakan rencana menggelar upacara mapahayu desa dengan para prajuru. Tapi, karena keterbatasan kondisi saat itu, rencana itu belum mendapat respons.

"Kini Desa Adat sudah maju, sudah mampu. Mungkin rencana itu bisa dibahas lagi untuk kepentingan desa," kata Gandil yang kini berusia 82 tahun.

Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa ikut hadir dalam simakrama dan penyerahan tali kasih. Puja menjelaskan pada saat yang sama dirinya mesti menghadiri pertemuan para bendesa adat se-Kabupaten Badung di kantor pusat pemerintahan (puspem) Kabupaten Badung. Itu sebabnya, Puja mengutus Penyarikan Desa, I Made Sukada didsampingi sejumlah prajuru lain. 

Puja juga berterima kasih atas masukan dan saran dari para panglingsir, tokoh, mantan prajuru dan pengurus desa itu. Puja menegaskan komunikasi dengan para panglingsir, para tokoh, mantan prajuru dan pengurus desa selalu dilakukan untuk mewujudkan keharmonisan di desa adat. "Tiang selalu merangkul para panglingsir, para tokoh. Kami mohon petunjuk, bimbingan dari para panglingsir," kata Puja. (*)

Kamis, 07 Maret 2013

Simakrama dan Penyerahan "Tali Kasih" kepada Mantan Prajuru

Penyerahan tali kasih kepada I Made Gandil
Jajaran pengurus LPD Kedonganan bersama prajuru Desa Adat Kedonganan, para kelian dan kepala lingkungan serta pengurus LPM, masimakrama ke rumah para mantan prajuru dan pengurus desa sekaligus menyerahkan bingkisan “tali kasih”, Kamis, 7 Maret 2013. Kegiatan ini serangkaian menyambut hari raya Nyepi tahun baru Saka 1935 serta hari raya Galungan dan Kuningan.


Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., menyatakan biasanya acara masimakrama dan penyerahan tali kasih ini dilakukan saat perayaan hari ulang tahun (HUT) LPD yang jatuh saban 9 September. Akan tetapi, agenda rutin itu dilaksanakan Maret ini karena pada kebetulan Maret ini terjadi dua hari raya penting, yakni Nyepi dan Galungan-Kuningan. Selain itu, prajuru Desa Adat Kedonganan baru dikukuhkan.

Tali kasih kepada I Made Sumantara
“Jadi, sekalian acara ini menjadi momentum simakrama antara prajuru baru dengan para mantan prajuru, para panglingsir atau pun tokoh masyarakat. Dari acara ini diharapkan terjalin komunikasi antara prajuru baru dengan para mantan prajuru dan pengurus desa,” kata Madra.

Hanya memang, saat acara simakrama, Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja, S.Ag., tidak hadir karena pada saat yang sama menghadiri pertemuan di kantor pusat pemerintahan (puspem) Kabupaten Badung di Sempidi berkaitan perayaan Nyepi. Puja diwakili Penyarikan I Made Sukada serta sejumlah prajuru lain.
Penyerahan tali kasih kepada I Made Parka
Penyerahan tali kasih kepada I Wayan Sandi
Para mantan prajuru dan pengurus desa yang dikunjungi tak pelak menyatakan rasa bahagia dan terima kasih. Mereka mengaku terharu karena jajaran LPD dan pengurus desa masih memperhatikan  dan mengingat para pendahulu. Kunjungan itu juga memotivasi para mantan prajuru dan pengurus desa untuk terus menyumbangkan pikiran bagi kemajuan desa.

“Untuk kemajuan desa, saya siap menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang mungkin bisa diimplementasikan,” kata panglingsir desa, I Made Parka. Hal senada juga dikemukakan panglingsir I Made Sumantara, mantan Bendesa Adat I Wayan Suranata, mantan Lurah Kedonganan, I Wayan Sandi serta Jero Mangku Made Sukadi.

Sementara mantan Bendesa Adat, I Made Gandil mendoakan agar para pengurus LPD dan prajuru desa diberi kekuatan dalam mengabdi memajukan desa. Bendesa adat yang turut membidani kelahiran LPD Kedonganan ini meminta agar program ngaben massa saban tiga tahun sekali yang menjadi produk LPD tetap dilanjutkan. (*)