Minggu, 10 Februari 2013

Tahun 2012, Laba LPD Kedonganan Naik 20%


Aset Tembus Rp 200 Milyar

TAHUN 2012, LPD Desa Adat Kedonganan membukukan laba Rp 6,1 milyar. Setahun sebelumnya, laba LPD Kedonganan sebesar Rp 5 milyar. Ini menunjukkan terjadi peningkatan senilai Rp 1,058 milyar atau sekitar 20%. Di sisi lain, asetnya juga menembus angka Rp 200 milyar, yakni mencapai Rp 207,5 milyar. Tahun 2011, aset LPD Kedonganan senilai Rp 162,2 milyar. Ini berarti meningkat 27,72%.
Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M.
Sejak didirikan tahun 1990, laba LPD Kedonganan memang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Rata-rata, pertumbuhan labanya mencapai 60%.
Dari sisi dana pihak ketiga, LPD Kedonganan juga menunjukkan kinerja yang baik. Nilai tabungan yang berhasil dihimpun sepanjang 2012 mencapai Rp 86,1 milyar, sedangkan deposito sebesar Rp 86,6 milyar. Tabungan meningkat 23,5%, sedangkan deposito 41,02%.
Kredit yang disalurkan juga meningkat. Jika tahun 2011 nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp 125,4 milyar, pada tahun 2012 meningkat menjadi Rp 152,2 milyar.
Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., menyatakan peningkatan aset maupun laba memang bisa dimaknai sebagai bukti makin meningkatnya kepercayaan krama Desa Adat Kedonganan. Akan tetapi, hal itu juga berarti semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul LPD Kedonganan.
“Tanggung jawab LPD semakin besar, berarti pula tanggung jawab krama kepada LPD juga makin besar, karena LPD ini milik krama,” kata Madra.
Bagi Madra, target LPD Kedonganan tidak semata-mata laba dan aset yang besar. Yang jauh lebih penting bagaimana LPD bisa memberikan manfaat bagi krama dan Desa Adat Kedonganan. “Kesuksesan LPD Kedonganan tak lagi diukur dari laba dan aset yang tinggi tapi sejauh mana LPD ini dirasakan kehadirannya oleh krama,” tandas Madra.
Itu sebabnya, LPD Kedonganan terus berupaya berinovasi menciptakan produk dan program-program yang bermanfaat dalam mensejahterakan krama dan memajukan desa. Untuk bisa mencapai itu, dukungan krama menjadi hal yang mutlak. (*)

0 komentar:

Posting Komentar