Minggu, 17 Februari 2013

Kedonganan 2020 di Mata Pemuda


Lomba Karya Tulis antar-Sekaa Teruna
Generasi muda Kedonganan ternyata peduli terhadap masa depan desa kelahirannya. Mereka juga menyimpan mimpi, desa tempat mereka lahir dan dibesarkan bisa berkembang menjadi desa yang maju, makmur tetapi tetap tak kehilangan jati diri. Mimpi anak-anak muda Kedonganan itu terungkap tatkala digelar lomba karya tulis ilmiah populer antarsekaa teruna se-Desa Adat Kedonganan  dengan tema “Kedonganan 2020”. Lomba digelar serangkaian HUT ke-21 LPD Kedonganan, Agustus 2011.

Ni Made Devi Jayanthi dengan karya tulis berjudul “Menyongsong Kedonganan 2020” menilai kemajuan di bidang ekonomi yang dicapai Kedonganan saat ini seharusnya tidak membuat masyarakat lupa diri. Kesuksesan ekonomi ini, menurut Devi, akan sia-sia jika jati diri sebagai manusia Bali tidak turut diperkokoh. Karena itu, pembangunan bidang ekonomi harus diimbangi dengan pembangunan bidang budaya, sosial dan spiritual.

Yang tak boleh dilupakan lagi, generasi muda. Sebagai generasi penerus, anak-anak muda ini akan menjadi kunci berlanjut atau tidak kemajuan yang dicapai saat ini. Itu sebabnya, Devi menyarankan agar kegiatan kepemudaan dibangkitkan lagi, aktivitas sekaa teruna dihidupkan kembali. “Selain itu, pendidikan, pembinaan mental-spiritual, pelatihan-pelatihan kewirausahaan juga penting agar generasi muda Kedonganan menjadi generasi yang siap berkompetisi di berbagai bidang. Tahun 2020 menjadi tahun pertarungan sumber daya manusia (SDM),” kata Devi yang tampil sebagai juara I.

Pandangan senada juga dikemukakan I Made Partha Wisada Yoga. Dengan karya tulis bertajuk “Persiapan SDM Desa Adat Kedonganan Menyambut Kedonganan 2020”, Partha bahkan memprediksi di tahun 2020 Desa Adat Kedonganan akan menjadi lebih mandiri dan berkembang jadi pusat pariwisata Bali, menyusul pengembangan kawasan wisata kuliner di Pantai Kedonganan. Namun, Partha member catatan, semua itu bisa tercapai bila Kedonganan sejak dini mau berinvestasi dalam pengembangan SDM.

“Yang dibutuhkan adalah kerja sama dan persatuan dari berbagai komponen di Kedonganan untuk sungguh-sungguh membangun SDM kita,” tandas Partha yang dinobatkan sebagai juara II.

Sementara juara III, I Kadek Premananda S. lebih menyoroti aspek penataan ruang di wilayah Desa Adat Kedonganan. Bagi Premananda, meskipun wilayah Kedonganan tidak begitu luas, penataan ruang yang mengacu konsep ajeg Bali tetap bisa diupayakan. Menurut Premananda, aspek ruang sangat penting artinya dalam membangun iklim desa yang sehat, nyaman dan produktif bagi masyarakat penghuninya.

Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., mengaku bangga dengan keberanian para pemuda mengungkapkan pikirannya untuk turut membangun Kedonganan. Madra mengajak para pemuda Kedonganan untuk terus berkontribusi aktif dalam dinamika pembangunan di desa. Pasalnya, masa depan Kedonganan bergantung pada apa yang dipikirkan para pemudanya saat ini.

Lomba karya tulis, kata Madra, tidak saja menjadi ajang menggali pikiran para pemuda. Secara praktis, lomba karya tulis ini juga menempa kemampuan pemuda menulis serta menuangkan gagasan secara logis dan sistematis. “Karena itu, lomba karya tulis menjadi agenda rutin LPD Kedonganan tiap kali perayaan HUT,” tandas Madra.

0 komentar:

Posting Komentar