Selasa, 08 Januari 2013

Program Hadiah Daging Babi Galungan Ditiru Seminyak


Penyerahan daging babi Galungan
Program bagi-bagi hadiah daging babi gratis serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan yang diluncurkan LPD Desa Adat Kedonganan ternyata dilirik LPD lain. LPD Desa Adat Seminyak tanpa malu-malu meniru program LPD Kedonganan itu karena menilainya sebagai program yang menarik.

Untuk pertama kalinya, LPD Seminyak membagikan sekitar 1,5 ton daging babi pada hari Penyajaan Galungan, 30 Januari 2012 lalu. Masing-masing kepala keluarga mendapat 5 kg daging. Di Desa Adat Seminyak terdapat 309 KK. Krama yang mendapat hadiah daging babi hanya krama ngarep.

Kepala LPD Desa Adat Seminyak, I Wayan Ardiana tanpa malu-malu mengaku meniru program itu dari LPD Kedongann. “Program ini baik dan menarik sekaligus sesuai dengan kebutuhan krama. Jadi, apa salahnya kami menirunya,” kata Ardiana.

Ardiana merencanakan program hadiah daging babi saat Galungan ini akan dijadikan program rutin. Terlebih lagi, program ini disambut antusias warga setempat. “Warga kami di Seminyak tetap melakukan kebiasaan ngebat, sebuah tradisi yang perlu dilestarikan,” ujarnya.

Bendesa Adat Seminyak I Wayan Mara menyatakan pembagian daging kepada  warga masyarakat disambut dengan baik. Kata dia, program hadiah daging babi saat Galungan itu telah  sesuai dengan apa yang harapan warga agar LPD bisa memberikan nilai tambah manfaat bagi krama. Pasalnya, LPD berasal dari krama, dikelola oleh krama dan dikembalikan juga untuk krama.

“Harapan masyarakat Seminyak mudah-mudahan  program ini bisa dilanjutkan terus. Umat lain bisa melakukan pembagian seperti ini, kenapa kita tidak,” kata Mara.

Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H., M.M., menyatakan tidak masalah jika program-program LPD Kedonganan bisa ditiru oleh LPD-LPD lainnya di Bali. Justru, Madra mengharapkan, peniruan seperti itu juga dilakukan terhadap LPD-LPD lain.

“Kita saling belajar sesama LPD. Kalau ada yang baik di satu LPD, mari kita tiru. Dengan catatan itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi di masing-masing LPD. Kalau bagi-bagi daging babi gratis ini memang menyentuh kebutuhan semua krama Hindu di Bali karena daging babi itu diperlukan saat Galungan dan Kuningan,” kata Madra.

Jika seluruh LPD di Bali bisa melaksanakan program bagi-bagi daging babi gratis itu, manfaat positif yang didapat akan sangat besar. Usaha peternakan rakyat di masing-masing desa bisa dikembangkan dan harga daging babi tidak sampai fluktuatif yang hanya akan merugikan peternak babi.

Selain itu, secara sosial budaya, pembagian daging babi saat Galungan akan memperkuat kekhususan, keunikan dan keotentikan LPD sebagai lembaga adat yang diberi tugas mengurusi kekayaan desa adat.

“Karena LPD itu unik dan otentik, maka pengaturan dan pengelolaannya tidak bisa disamakan dengan lembaga-lembaga keuangan lain, semisal koperasi, LKM atau pun Bumdes,” kata Madra.

Program hadiah daging babi Galungan di LPD Kedonganan dimulai tahun 2010. Hingga kini, sudah tiga kali LPD Kedonganan memberikan hadiah daging babi gratis kepada krama saat Galungan. Madra menjanjikan program ini menjadi program rutin LPD Kedonganan setiap Galungan. (*)

0 komentar:

Posting Komentar